Juara di Thomas Cup untuk pertama kali menjadi momen paling membanggakan Hari sepanjang karirnya. Pasalnya saat itu nomor tunggal putra Indonesia tidak diperhitungkan lantaran terakhir kali juara pada 1984 yang notabene milik kakaknya.
“Thomas Cup terakhir kali dimenangkan sama kakak tahun 84 terakhir kali, setelah itu 10 tahun ga menang. Waktu itu tahun 94 saya ikut pertama kali Thomas cup dan menang. Itu paling berkesan,” katanya.
“Di sisi lain, bisa bawa Indonesia juara Thomas Cup 4 kali (1994, 1996, 1998, 2000) sama All-England, karena dulu kan kalo udah juara all England udah rasanya waduh lain gitu. Orang Indonesia juga kan ga banyak juga di All England bisa jadi andalan di nomor tunggal,” katanya.
Hari menceritakan awal mula julukan Smash 100 Watt. Sebutan ini sebenarnya diawali dengan candaannya bersama rekannya Ardy B. Wiranata saat sedang sarapan.
Saat itu, mereka sama-sama mengikuti ajang yang sama. Namun sayang Ardy mengalami kekalahan dari pebulu tangkis Malaysia Rashid Sidek. Hari yang selanjutnya juga akan menghadapi Rashid mengejek kekalahan Ardy tersebut.