Alwi menambahkan, pertarungan ini memberinya pelajaran besar soal strategi dan pengelolaan mental di lapangan. Dia harus menyesuaikan diri menghadapi defense rapat Jonatan dan tetap mencari cara untuk bisa menang.
“Pastinya banyak yang saya pelajari dari pertandingan ini. Karena tadi jujur nafsu untuk menyerang, tapi ternyata defense-nya ko Jo rapat banget sehingga menguras banyak tenaga saya. Jadi bisa belajar dari situ, bisa belajar dari bagaimana menyikapi ketika ketinggalan, unggul, tetap stay calm, tetap berusaha, tetap mencari cara buat bisa memenangkan pertandingan,” tuturnya.
Kemenangan ini menambah keunggulan Jonatan atas Alwi menjadi 2-0 di head-to-head mereka. Pertemuan sebelumnya di Korea Open 2025 juga dimenangkan Jonatan lewat rubber game 18-21, 21-14, 21-15.
Jonatan menyoroti faktor kelelahan lawan akibat jadwal padat, tapi tetap menghargai kualitas Alwi yang meningkat pesat. “Dari babak pertama saja sudah enggak ada yang mudah, tunggal putra sekarang sangat merata,” katanya.
Alwi menutup dengan harapan positif bagi seniornya. Dia berharap Jonatan bisa melaju lebih jauh dan merebut gelar juara untuk Indonesia. Di perempat final, Jonatan akan menghadapi Yushi Tanaka dari Jepang dalam laga yang diprediksi tetap sengit dan penuh strategi pada Jumat (5/6/2026).