7 Wakil Indonesia Tersukses di Kejuaraan Dunia BWF, Nomor 5 Punya Julukan Wonder Boy

Mirsya Anandari Utami
Taufik Hidayat pernah menjuarai Kejuaraan Dunia pada 200. (Foto: Wikimedia Commons/TSportasia)

Susi telah meraih Kejuaraan Dunia tingkat Junior sebanyak lima kali, di mana kemenangan pertamanya saat dia berumur 14 tahun, dari sektor ajang tunggal putri, ganda putri, dan ganda campuran. Prestasi itu berlanjut di tahun 1987, tepatnya saat ia berumur 16 tahun yang mana ia kembali meraih gelar juara dalam nomor tunggal putri dan ganda putri. Tidak berhenti sampai di situ, Susi Susanti kembali menyabet gelar juara dunia pada 1993 di Birmingham dan mendapat medali perunggu pada Kejuaraan Dunia 1991 dan 1995.

2. Verawaty Fajrin

Legenda bulu tangkis Verawaty Fadjrin (Foto: Ist)

Mungkin nama Verawaty Fajrin tidak sepopuler Susi Susanti, padahal prestasinya untuk Indonesia amat gemilang. Sebelum Susi Susanti, Verawaty telah menjadi juara dunia. Verawaty merupakan juara dunia putri pertama dari Indonesia pada tahun 1980. Verawaty menjadi legenda yang telah memenangkan berbagai kompetensi, baik sebagai tunggal putri, ganda putri, atau ganda campuran.

Dalam ajang yang diselenggarakan BWF, dia pernah menjuarai Sudirman Cup pada 1989. Selain itu, Verawaty juga kembali menjadi juara di Kejuaraan Dunia pada ganda campuran bersama Eddy Hartono pada tahun 1986 dan 1989.

3. Liliyana Natsir

Liliyana Natsir. (Foto: coconuts.co)

Kemenangan Liliyana dan Tontowi Ahmad pada Kejuaraan Dunia 2017 membuat bangga seluruh Indonesia. Kemenagan telak pasangan ganda campuran ini dirasakan usai mengalahkan perwakilan China Zheng Si Wei/Chen Qing Chen dengan skor 21-16, 21-13.

Kemenangan itu bukanlah satu-satunya yang pernah diraih oleh Liliyana. Sebelumnya, Liliyana juga pernah menjuarai Kejuaraan Dunia pada tahun 2007 dan 2005 bersama Nova Widanto pada ganda campuran. Selain kejuaraan dunia, Liliyana juga telah meraih kemenangan pada ajang BWF lainnya seperti Sudirman Cup dan Thomas & Uber Cup.

Editor : Dimas Wahyu Indrajaya
Artikel Terkait
57 tahun lalu

DPR Kritik Komnas Perempuan Terlalu Hati-Hati Sikapi Kasus YTR, Singgung Kebanyakan Teori

57 tahun lalu

Komnas Perempuan Minta Maaf, Kini Sebut Kasus YTR Kekerasan Ekstrem dan Sadis

57 tahun lalu

Komnas Perempuan Minta Maaf Sebut Kasus YTR Belum Bisa Dikategorikan Penyiksaan

57 tahun lalu

Tega Sekap dan Aniaya Pacar, Apakah Taufik Hidayat Psikopat? Ini Penjelasan Psikolog

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal