5. Kerusuhan Nika
Di masa Romawi kuno, balap kereta menjadi tontonan massal yang paling populer. Pertandingan dramatis ini diselenggarakan kaisar untuk meningkatkan popularitas dan prestise mereka di mata rakyat.
Dengan risiko yang tinggi, maka tidak heran jika kusir pemenang akan mendapatkan hadiah yang fantastis. Bahkan, pemenang dari balap kereta ini turut menjadi arah bergeraknya politik.
Pada saat ibukota dipindahkan ke Konstantinopel, hanya ada dua: Hijau dan Biru. Dengan hanya dua pilihan, dukungan masing-masing tim menjadi sangat berpengaruh
Tak sekedar bertaruh, tim pilihan menjelma jadi pernyataan politik dan pilihan hidup. Pada tahun 501 Sebelum Masehi, Hijau menyerang biru dan membunuh 3.000 Orang.
Pada tahun 532 SM, situasi tegang meledak menjadi pemberontakan ketika Kaisar Justianus menindak kekerasan ini. Segera, kedua belah pihak bersatu dalam kemarahan.
Mereka melakukan kerusuhan sambil berteriak, 'Nika!' atau 'Menang!'. Teriakan ini lazim didengar di hippodrome atau arena pertandingan balap kuda. Para perusuh mulai membakar ibukota. Mereka bahkan menobatkan seseorang untuk menjadi kaisar saingan.