Irham pun mengimbau kepada rekan sesama pengadil lapangan hijau atau korps baju hitam dan pelaku sepak bola di Indonesia untuk bersama-sama terbuka demi kemajuan sepak bola. “Kami juga imbau rekan wasit dan pelaku sepak bola seluruh Indonesia, mari kita buka semuanya demi kemajuan sepak bola dengan sukarela melapor ke Satgas Anti-Mafia Bola,” katanya.
Selain menyampaikan masalah pengaturan skor, Irham juga mengaku mendapat ancaman ketika memimpin pertandingan Liga 2.
Kuasa hukum Irham, Taufiqurahman mengatakan, wasit tidak dapat menjalankan fungsinya secara bebas sebagaimana rule-nya. Saat bertugas tidak leluasa memimpin pertandingan karena mendapatkan intimidasi dari banyak pihak.
“Intimidasi yang dilakukan itu untuk kepentingan tertentu terkait dengan pertandingan yang dipimpin Irham. Belum bertanding saja para perangkat pertandingan sudah mendapatkan intimidasi,” bebernya.
Namun, Taufiqurahman belum bersedia menyebutkan spesifik ancaman apa yang dimaksud, termasuk apakah ancaman hanya ditujukan kepada Irham atau juga pihak keluarga kliennya itu.