Warga Tutup Parkir karena Dianggap Pungli, Wisatawan Pantai Slili Kesulitan Titipkan Kendaraan

erfan erlin
Jalan menuju Pantai Slili macet karena kendaraan pengunjung sulit parkir. (Foto : iNews.id /erfan erlin)

GUNUNGKIDUL, iNews.id- Situasi Pantai Slili Kalurahan Sidoharjo Kapanewon Tepus memanas. Warga menutup lokasi parkir milik mereka akibat mendapat teguran dari Dinas Perhubungan.

Hal tersebut buntut dari permasalahan kerjasama pengelolaan parkir dengan Dinas Perhubungan setempat tak kunjung menemukan kesepakatan.

Mulai Jumat (6/5/2023) malam, warga memasang area masuk ke lahan parkir mereka dengan kayu ataupun tali. Mereka membuat pemberitahuan dengan kertas yang menyebutkan jika parkir milik mereka tutup sementara waktu.

Sabtu (7/5/2023) hari ini wisatawan yang berkunjung ke Pantai Slili kesulitan mencari lokasi parkir kendaraan mereka. Akibatnya kendaraan pengunjung (wisatawan) membeludak dan membuat kemacetan di kawasan jalur pantai Sadranan - Slili - Krakal.

Koordinator Pengelola lahan parkir pribadi pantai Slili Agus Sembodro menyatakan, bahwa penutupan lahan miliknya dilakukan lantaran permasalahan dengan pihak Dinas Perhubungan tidak menemui titik temu. Beberapa hari yang lalu, Dinas Perhubungan menegur mereka karena dianggap melakukan pungutan liar.

"Jumat kemarin kami dapat undangan untuk membahas itu. Kami sepakat tidak hadir,"ujar dia.

Dia mengaku selama ini memang ada penarikan retribusi parkir oleh pemerintah untuk kendaraan yang hendak ke Pantai Slili ataupun sekedar melintas. Kemudian warga yang lahannya digunakan untuk parkir memang menarik kembali biaya penitipan kendaraan.

Dinas Perhubungan sendiri melakukan lelang untuk pengelolaan lahan parkir milik Dishub. Warga menganggap lahan milik Dishub tidak layak untuk dilelangkan. Karena hanya muat untuk 7 kendaraan dan sisanya selama ini wisatawan memarkirkan kendaraannya di lahan milik pribadi.


"Lahan parkir milik Dishub yang ada di Pantai Slili itu sudah tidak layak untuk ditenderkan karena hanya muat maksimal 7 mobil," kata Agus.


"Lebih baik dicabut saja,"ujarnya.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hujan Deras Picu Longsor Bukit Clongop, Jalur Penghubung Jateng–DIY Ditutup

57 tahun lalu

Hati-Hati Modus Kejahatan, Penipuan Jual Beli Online Emas Antam Diungkap Polres Gunungkidul

57 tahun lalu

3 Jalur Alternatif ke Gunungkidul Ini Jadi Favorit Wisatawan Lokal, Cocok untuk Weekend Trip

57 tahun lalu

Tenda Drag Race di Gunungkidul Roboh Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Sejumlah Mobil Rusak

57 tahun lalu

Diterjang Hujan dan Angin Kencang, Tenda Arena Balap Mobil di Gunungkidul Porak-poranda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal