Pihaknya kemudian langsung melakukan tindak lanjut laporan tersebut dan langsung berkoordinasi dengan pihak terkait. Sejumlah langkah bakal mereka ambil untuk melokalisasi dan menetralisasi paparan antraks jika memang benar terjadi kasusnya. Selain itu, pihak Dinas Peternakan bakal berkunjung ke lokasi warga yang diduga terpapar antraks.
Kris mengatakan, memang kasus tersebut bermula ketika ada satu sapi mati mendadak. Warga yang suspect antraks dipastikan tidak mengonsumsi daging sapi yang mati tersebut.
"Tidak-tidak, dia itu tidak makan dagingnya," katanya.
Pihak Puskeswan datang ke lokasi pemilik rumah dan masih mendapati sapi yang mati tersebut. Petugas kemudian mengubur sesuai standar yang telah ditetapkan sebelumnya.
Oleh karenanya, pihaknya belum bisa menjelaskan rinci kronologi peristiwa ini. Namun dari pihak Puskesmas Gedangsari dipastikan telah melakukan penanganan terhadap satu warga tersebut.
"Besok (Jumat) dinas kesehatan akan melaksanakan survei di lapangan," ucapnya.