Jadi Pemicu Kasus Antraks, Bupati Gunungkidul Ancam Pidanakan Warga yang Masih Brandu Ternak

erfan erlin
Petugas kesehatan melakukan penanganan penyakit antraks di Gunungkidul. (foto: INews.id/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Bupati Gunungkidul Sunaryanta mengancam akan memidanakan warganya yang melakukan brandu atau porak hewan ternak yang mati ataupun sakit. Tradisi brandu (menyembelih ternak mati/sakit) menjadi salah satu pemicu terjadinya antraks yang menular ke manusia di Gunungkidul. 

Sunaryanta mengatakan, pemerintah telah mengimbau masyarakat agar tidak menyembelih dan membagi-bagikan daging ternak mereka yang mengalami sakit apalagi sudah mati. Namun imbauan tersebut tidak digubris dan masyarakat masih melakukan tradisi brandu. 

Saat ini pemerintah tengah berpikir bagaimana agar tradisi brandu tidak terus dilakukan oleh warganya. Maka kemungkinan besar adalah dengan mempidanakan warga yang melakukan tradisi brandu. 

"Pidanakan itu mungkin akan memberikan efek jera. Ke depan warga yang kedapatan melakukan praktik brandu bakal dipidanakan," ujar Sunaryanta ketika ditemui di halaman kantor Pemkab Gunungkidul (10/7/2023).

Tentu untuk melakukannya maka harus ada payung hukumnya. Saat ini pemkab sedang melakukan kajian payung hukum terhadap aturan tersebut. Payung hukum ini harus ada agar memiliki dasar untuk memberlakukannya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Skandal Perselingkuhan ASN di Gunungkidul, Bupati Endah Siap Tindak Tegas Pelaku

57 tahun lalu

Bupati Gunungkidul Murka Banting Asbak hingga Pecah, Kesal Namanya Dicatut untuk Penipuan

57 tahun lalu

Respons Bupati Gunungkidul soal Petisi Tolak Proyek Beach Club Raffi Ahmad

57 tahun lalu

2 Oknum Guru yang Tepergok Siswa Lagi Berbuat Mesum di Gunungkidul Dipecat

57 tahun lalu

Kasus Antraks di Sleman dan Gunungkidul, Sultan Minta Warga Hentikan Tradisi Brandu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal