Salah satu siswa kelas 3 SDN Wonolagi mengaku tidak terganggu dengan kegiatan belajar dari rumah (BDR). Dia pun tidak merasa terbebani tugas dari guru.
"Semua mata pelajaran, ada matametika, bahasa Indonesia, IPA. Enggak susah (belajar online)," kata Adinda Nur Safitri.
"Banyak tugas, bisa ngerjain semua," ucapanya.
Ibu Adinda Nur Safitri, Dwi Astuti mengatakan, tidak ada keraguan menyekolahkan anaknya di SDN Wonolagi. Lokasi sekolah yang dekat dengan rumah justru jadi pertimbangan. Selama pandemi Covid-19, guru pun tetap aktif melaksanakan pembelajaran.
"Bagus sih, jadi bisa memantau perkembangan belajar anak juga," katanya.
Sementara itu, Kepala SDN Wonolagi, Karitas Marsudi Yanti mengatakan, sekolah terdekat mencapai 5 kilometer. atau berada di kecamatan lain. Yanti tak menampik sekolahnya kekurangan siswa.
Dia akuinya, kekurangan siswa ini berdampak pada operasional sekolah. Setiap tahunnya sekolah hanya mendapatkan sekitar Rp10 juta dari dana bantuan operasional sekolah (BOS). Dana itu ungkap Yanti masih kurang, sehingga tak jarang para guru patungan untuk kegiatan operasional sekolah.
"Kalau tatap muka seperti biasa kaya SD lain. Kalau sekarang ya kita masih belajar dari rumah," katanya.
Adapun rincian siswa di SDN Wonolagi yakni, kelas 1 ada dua orang, kelas 3 ada empat orang, kelas 4 ada tiga orang dan kelas 5-nya ada empat orang. Sementara kelas 2 dan 6 nihil siswa.