“Yang kiri sudah dirobohkan, belum lama,” katanya.
Kerabat Pawiro Suwignyo, Rokib mengaku pernah dipercaya untuk menjaga dan mengelola rumah itu. Dia tinggal tidak jauh dari rumah tersebut. Meski begitu dia tidak berani masuk dan menyentuh barang yang ada di dalam rumah.
“Bangunan di sisi kiri dibongkar untuk dijual, guna membangun Balai Padukuhan Tanggul Angin,” katanya.
Lahan yang terdapat bangunan ini luasnya mencapai 4.000 meter persegi. Dulu lahan ini dibagi tiga untuk anak-anaknya, namun belakangan lahan ini dibeli Asri Subaryati. Saat itu rumah tersebut ditempati Pawiro Suwignya dan cucunya Soenar Dewi yang kini maju menjadi calon wakil bupati Gunungkidul. Sedangkan anak-anaknya meniti karier dan sukses di Jawa timur.
Semenjak lulus SMP, Martanti pindah ke Surabaya mengikuti ibunya. Dia sejak kecil dipisah karena hari lahirnya sama dengan ibunya. Sesuai tradisi Jawa tidak boleh tinggal serumah dengan orang tuanya dan dititipkan kepada neneknya.
Bangunan ini juga menyimpan cerita mistis. Saat masih ditempati pembantunya sempat diangkat keluar rumah saat lelap tertidur. Seorang guru yang mengontrak rumah ini pun pernah mengalami hal yang sama.
Setelah viral di media sosial rumah ini banyak dikunjungi warga yang penasaran dan ingin melihat kondisi bangunan. Mereka hanya berfoto-foto di sisi depan bangunan rumah.