Viral Curhatan Penulis Asal Surabaya Diduga Jadi Korban Penipuan Salah Satu Penerbit di Jogja

Yohanes Demo
Curhatan seorang pengguna Twitter yang merasa tertipu oleh salah satu penerbit yang ada di Yogyakarta viral belum lama ini. (foto : tangkapan layar)

YOGYAKARTA, iNews.id- Curhatan seorang pengguna Twitter yang merasa tertipu oleh salah satu penerbit yang ada di Yogyakarta viral belum lama ini. Bahkan, cuitan pengguna Twitter tersebut telah mendapatkan 10 ribu like, 4.383 retweet sejak diunggah pada Selasa (08/11/2022) kemarin.

Cerita tersebut dibagikan melalui akun Twitter @nge******s. Dia menceritakan kronologi terjadinya dugaan penipuan itu.

Dalam unggahan pertamanya, dia menceritakan saat dirinya mencari penerbit yang bisa membantu menerbitkan naskah yang sudah susah payah ia tulis. Kemudian, ia menemukan salah satu penerbit di Jogja melalui akun media sosial Instagram.

"Begitu aku dapat kontak WhatsApp-nya langsung aku japri, di awal belum ada kecurigaan karena balasannya cukup responsif dan penawarannya juga meyakinkan," kata HBA dikutip dari akun Twitternya, Kamis (09/11/2022).

Setelah komunikasi tersebut, dia tidak langsung mengirimkan naskah dan uang yang diminta oleh penerbit. Ada jeda waktu dimana dia harus menyempurnakan naskahnya terlebih dahulu.

Setelah dirasa cukup, ia kemudian kembali menghubungi penerbit untuk mengirimkan uang senilai Rp1,5 juta sebagai syarat agar naskahnya bisa dicetak menjadi buku.

"Sebelum transfer, aku sempat minta MoU/surat apalah itu sebagai perjanjian kerjasama. Tapi si penipu ini cuma ngasih link website penerbit berupa syarat ketentuan naskahnya. Lanjut mau ke proses pembayaran, aku mau DP tapi penipu minta langsung lunas," ujarnya.

Akhirnya dia menyetujui untuk langsung melunasi pembayaran. Namun, setelah dia mengirimkan sejumlah uang yang diminta, pihak penerbit justru menjadi sulit dihubungi.

"Sejak itu dia slowresp (sulit dihubungi), ditanya prosesnya selalu beralasan sakit, ada kerjaan, ada kesibukan, dll. Dia janji untuk menyelesaikan naskah dua minggu, tapi sudah sebulan lebih tetap slowresp dan tidak ada kabar. Dan aku baru sadar kalau komentar di akun IG (Instagram) penerbit dan penipu dibatasi," ujar dia di Twitter.

Merasa curiga, ia kemudian meminta bantuan kepada kerabatnya yang ada di Yogyakarta untuk mendatangi kantor penerbit tersebut. Namun, setelah di cek, kantor penerbit sudah menjadi gudang kosong. Bahkan, dari informasi yang didapat dari beberapa warga sekitar, sudah ada belasan orang yang datang mencari kantor penerbit.

Ketika dihubungi, pengguna Twitter tersebut mengaku sebagai salah seorang penulis asal Kota Surabaya, Jawa Timur. Ia mengatakan sudah beberapa kali berupaya untuk menghubungi penerbit itu. Namun selalu mendapatkan respon yang kurang memuaskan.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
14 hari lalu

38 Orang Ditangkap terkait Sindikat Love Scamming di Medan, Warga China hingga Vietnam

17 hari lalu

Mahasiswa dan Pemuda Demo di Surabaya, Tolak Kenaikan Harga BBM dan Liberalisasi Energi

19 hari lalu

2 Dukun Pengganda Uang di Mojokerto Ditangkap, Tipu Korban hingga Rp22 Juta

19 hari lalu

Waspada! Penipuan Berkedok Bantuan Bedah Rumah, Pria Ngaku Petugas Dinsos Ditangkap

20 hari lalu

Polisi Gadungan Pangkat Kompol Tipu Satpol PP Medan, Motor Honda Vario Dibawa Kabur

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal