Kepala Desa Parangtritis Topo mengatakan, acara ritual labuhan telah berizin. Selain itu, penyelenggara juga menerapkan protokol kesehatan untuk pelaksanaan ritual tersebut.
“Izinnya resmi. Dari Rabu sampai Kamis. Kamis siang pun tidak ada apa-apa. Saat ritual dan pentas wayang pun mereka menerapkan protokol kesehatan. Tetapi, kami tidak tahu kalau ada acara musik dan membuat kerumunan di pantai,” kata Topo.
Topo mengungkapkan pemerintah desa tidak mempermasalahkan kegiatan budaya di wilayahnya. Namun, harus mengedepankan protokol kesehatan.
“Untuk acara musik tersebut, sudah terjadi. Saya memang lihat dari jauh. Kalau mau dibubarkan ya tidak mungkin, karena ada ribuan orang yang datang,” ucap Topo.
Terpisah, Kepala Satpol PP Bantul Yulius Suharta mengakui kecolongan atas adanya kegiatan tersebut. Jawatannya hanya mendapatkan salinan surat khusus acara ritual budaya di Parangkusumo.