“Untuk bayinya cukup sehat, tetapi belum diuji lab,” ujarnya.
Kepala Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pencegahan Penyakit (BBTKLPP) Yogyakarta, Irene mengatakan sampai saat ini belum ada penelitian atau laporan bahwa asi bisa menularkan SARSCoV2. Meski demikian, risiko bayi tertular infeksi virus Corona dari ibunya tetap ada.
Penularan mungkin terjadi ketika ibu menyusui yang terjangkit virus Corona menyentuh bayinya dengan tangan yang belum dicuci. Sang ibu bisa saja batuk atau bersin, sehingga ada penularan lewat droplet kepada bayi yang ada di dekatnya.
“Penularan bisa saja lewat bersin atau batuk,” ujarnya.
Pada hari ini, dari tiga laboratorium yang ditunjuk memeriksa spesimen telah memeriksa 106 sampel. Hasilnya hanya ada satu yang positif.
Hingga hari ini, kasus Covid-19 di DIY, ada 238 kasus, 175 sembuh dan 8 kasus kematian. Semenjak akhir Mei, kasus yang ada cenderung melandai. Tiga hari kemarin, sudah tidak ada penambahan kasus di DIY.