Upacara Saparan Bekakak, Tradisi Masyarakat Ambarketawang Sleman Penuh Pengorbanan

Kuntadi
Prosesi penyembelihan boneka pengantin dari tepung beras dan ketan dalam Upacara Saparan Bekakak. (foto: antara)

Upacara Saparan Bekakak juga dilengkapi dengan aneka sesaji berupa dua jali yang diletakkan bersama-sama dengan pengantin bekakak. Satu jali lagi diletakkan di dalam jodhang sebagai rangkaian pelengkap sesaji upacara. 
 
Upacara bekakak dimulai pada Kamis malam dengan membawa dua jali berisi pengantin bekakak dan sebuah jodhang berisi sesaji disertai sepasang suami istri genderuwo dan wewe. Semua diberangkatkan ke balai desa Ambarketawang dengan arak-arakan.  

Semua jali dan ubo rampe selanjutnya diserahkan kepada Lurah Ambarketawang. Pada malam itu dilakukan tirakatan dan pertunjukan hiburan wayang kulit, uyon-uyon dan reyog. Sedangkan di rumah Ki Juru Permono diadakan tahlilan, begitu juga di pesanggrahan Ambarketawang juga diadakan tirakatan.

Kirab Pengantin Bekakak merupakan arak-arakan yang membawa jali pengantin bekakak ke tempat penyembelihan. Kirab ini dari balai desa menuju ke bekas gunung gamping di Ambarketawang sebagai tempat penyembelihan pertama. Sedangkan tempat penyembelihan kedua di Gunung Kliling.

Ketika sampai di Gunung Ambarketawang, joli pertama yang berisi sepasang pengantin bekakak, diusung ke arah mulut gua. Setelah didoakan, boneka ketan sepasang pengantin itu disembelih dan dipotong-potong untuk dibagikan kepada para pengunjung demikian pula sesaji yang lain. 

Arak-arakan kemudian dilanjutkan menuju Gunung Kliling untuk mengadakan upacara penyembelihan pengantin bekakak yang kedua. Sama seperti di lokasi pertama potongan bekakak juga dibagikan kepada para pengunjung.

Sedangkan di Pesanggrahan Ambarketawang dilaksanakan Sugengan Ageng yang dipimpin oleh Ki Juru Permana pada hari tersebut. Pesanggrahan dihiasi janur (tarub) dan sekelilingnya diberi hiasan kain berwarna hijau dan kuning. Upacara ini dilaksanakan di Gunung Kliling yang diawali dengan doa dan ikrar serta pelepasan sepasang burung merpati putih dan pembagian aneka sesaji.  

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Keraton Yogya Berduka, Bagas Korban Tewas saat Glamping Ternyata Fotografer Tundha Yekti

57 tahun lalu

Sekeluarga Tewas di Temanggung, 1 Korban Mahasiswa UGM dan Fotografer Keraton Yogya

57 tahun lalu

Momen Tradisi Riyayan di Grahadi, Warga Jatim Antre Salaman dengan Khofifah

57 tahun lalu

Unik! Tradisi Tumpengan Warnai Lebaran di Blora, Warga Makan Bersama di Masjid

57 tahun lalu

Terungkap! Ini Kelompok Ritual Zikir di Candi Siwa Prambanan yang Viral di Medsos

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal