Unjuk Rasa Berakhir Ricuh, Kapolres Kulonprogo Banjir Hujatan

Kuntadi
Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifai menjadi sasaran umpatan sejumlah pihak yang kecewa saat terjadinya bentrok dalam unjukrasa menolak pengosongan lahan untuk Bandara Yogya. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id - Kapolres Kulonprogo AKBP Irfan Rifai banjir hujatan pascaaksi unjuk rasa menolak Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) berakhir ricuh. Kapolres menjadi sasaran umpatan dan makian dari beberapa pihak yang tidak suka dengan cara aparat keamanan menghadapi pengunjukrasa.

"Banyak sekali pesan WA (WhatsApp) masuk yang memaki saya. Kata-katanya sangat tidak pantas," ungkap Kapolres, Rabu (6/12/2017).

Menurut Kapolres, sejumlah pesan pribadi itu sudah dibuka, namun ada juga yang masih dibiarkan. Sebagian besar pesan yang masuk meminta agar rekan mereka yang diamankan segera dilepaskan. "Sebenarnya ini bisa saya tindak. Ini masih kita pikirkan," ucapnya.  


Kapolres menyebutkan, dari 15 mahasiswa yang diamankan, sebagian besar adalah mahasiswa dari UIN Sunan Kalijaga, UAD, UNY, UNS dan UMBY. Mereka sudah dilepaskan dan diantarkan kembali ke posko mereka di Palihan.

Menurut Kapolres, dalam melaksanakan tugas, polisi selalu mengedepankan tindak persuasif dan akan senantiasa melindungi dan mengayomi masyarakat. Termasuk mahasiswa dan PT Angkasa Pura yang menangani poryek nasional bandara NYIA juga harus dilindungi karena melaksanakan proyek negara.

"Sejak awal kita sampaikan mengedepankan persuasif. Namun mahasiswa ini justru menghalangi tim dan memprovokasi warga," tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, pengosongan lahan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Dukuh Kragon 2 Desa Palihan, Kecamatan Temon, Kabupaten Kulonprogo, DIY berakhir ricuh antara warga, mahasiswa, dengan petugas, Selasa (5/12/2017). Belasan mahasiswa yang mendukung warga penolak bandara diamankan saat menghalangi pengosongan lahan.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Komplotan Penjual Bayi di Kulonprogo Sudah Beraksi di Surabaya hingga Manado

57 tahun lalu

Polisi Bongkar Kasus TPPO Penjualan Bayi di Kulonprogo, Modus Adopsi Anak

57 tahun lalu

Terungkap! Motif Polisi di Kulonprogo Bunuh Diri Tembak Kepala karena Bisnis Kambing Bangkrut

57 tahun lalu

Posko Terpadu Kecelakaan Kereta Didirikan, Semua Penumpang Sudah Dievakuasi

57 tahun lalu

Polisi Pastikan Kebakaran Lahan di Kokap Kulonprogo dari Pembakaran Sampah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal