Pascaricuh, Mahasiswa Aliansi Tolak Bandara Bertambah

Kuntadi
Kericuhan mewarnai pembersihan lahan Bandara NYIA, Kulonprogo. Aparat terlibat bentrok dengan warga dan mahasiswa yang menolak pembangunan bandara. (Foto: iNews/Budi Utomo)

KULONPROGO, iNews.id - Jumlah mahasiswa dan aktivis yang berjaga di posko penolakan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Kabupaten Kulonprogo, DIY, terus bertambah. Jika pada saat kericuhan terjadi hanya sekitar 150 orang, kini jumlahnya mencapai 200 orang.
 
Para mahasiswa dan aktivis ini berkumpul di Sekretariat Aliansi Tolak Bandara di Masjid Al Hidayah, Kragon, Plaihan, Temon, Kulonprogo. Mereka juga tersebar di rumah warga yang masih menolak pembangunan Bandara NYIA, Rabu (6/12/2017).
    
Koordinator Aliansi Tolak Bandara, Heronimus Heron mengatakan tindakan aparat pada Selasa, 5 Desember 2017, berlebihan. Teman-temannya datang untuk membantu warga yang menolak dan mempertahankan lahan. Namun mereka justru diintimidasi dan menjadi korban kekerasan. Malah ada yang diamankan polisi dan menjalani pemeriksaan, meskipun akhirnya dilepaskan.
 
"Warga yang ingin mempertahankan tanah harus dihargai. Aparat harusnya netral, tidak malah mengintimidasi warga," ujar Heron.

Dia mengakui, pascabentrok, jumlah mahasiswa yang datang semakin banyak. Mereka datang karena rasa solidaritas dan terpanggil untuk mendampingi warga.

"Ada beberapa solidaritas teman-teman yang datang karena terpanggil," ujarnya.

Kapolres Kulonprogo, AKBP Irfan Rifai mengatakan, pada kejadian Selasa kemarin, pihaknya sempat mengamankan sejumlah mahasiswa dan aktivis. Mereka terpaksa diamankan karena menghalangi kegiatan pengosongan lahan oleh PT Angkasa Pura.
 
"Sebenarnya kita sejak awal menghindari kekerasan dan mengedepankan pendekatan persuasif," ujar Kapolres.

Diakuinya sempat ada 15 mahasiswa dan aktivis yang diamankan dalam kericuhan. Namun keduanya sudah dibebaskan dan hanya dimintai keterangan. "Kami tidak menangkap, hanya mengamankan," kata Irfan.  

Selama di Polres, menurut Irfan, para mahasiswa ini juga diperlakukan manusiawi. Mereka diberikan makan dan minum. Bahkan tim dari dokter kesehatan (dokkes) juga memeriksa para mahasiswa yang diamankan.
 
"Yang kameranya rusak, kami juga empati dan bantu untuk perbaikan," ucap Irfan.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Bumi Magnitudo 3,4 Guncang Gunungkidul DIY

57 tahun lalu

Pilu! Remaja Hilang Tenggelam saat Surfing di Pantai Parangtritis Ditemukan Tewas

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 3,3 Guncang Bantul DIY

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini di Gunungkidul DIY, Cek Kekuatan Magnitudonya!

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Guncang Gunungkidul, Cek Kekuatan Magnitudonya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal