Unik, Dosen dan Mahasiswa UMY Kampanye Lingkungan di India Lewat Pertunjukan Budaya

Kuntadi
Dosen UMY Puthtu Ardiyanto mengenalkan kain eco print yang ramah lingkungan. (foto: istimewa)

BANTUL, iNews.id - Dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Puthut Ardianto ikut berpartisipasi dalam program Reimagine and Reconnect: Indo-Pacific synergies through the lens of culture yang diselenggarakan Asia Confluence dan Consulate General America di Kolkata, India pada bulan November kemarin.  Acara ini diikuti perwakilan dari sembilan negara yang sebelumnya lolos seleksi proposal pada tahun 2021.  

Menurut Puthut dalam pertemuan ini dibahas berbagai topik, mulai dari perdagangan, maritim hingga isu lingkungan dan ekonomi. Uniknya, pembahasan ini melalui pertunjukkan budaya. 
  
“Tujuan pertemuan sesama negara di Indo Pacific ini bisa menemukan kesamaan dan bisa saling terhubung satu sama lain untuk menjawab isu-isu global tersebut,” ujar Puthut, Jumat (2/12/2022). 

Selain sebagai dosen, Puthut selama ini aktif dalam Asosiasi Eco-Printer Indonesia (AEPI) dan menjabat sebagai ketua umum. Dalam pertemuan ini Puthut mengangkat tema lingkungan dan ekologi, bagaimana isu lingkungan dipresentasikan dalam pementasan budaya, yang selanjutnya dibahas para praktisi dan akademisi yang ahli di bidangnya. 

Pada pentas budaya ini, Puthut mengangkat Renja Dewangga, an eco-fashion and cultural walk. Renja dalam Bahasa Latin berarti daun, sedangkan Dewangga dalam Bahasa Sansekerta diartikan kain yang indah. Pertunjukan ini merupakan kombinasi antara tembang Macapat, tari klasik gaya Yogyakarta, dan parade eco-fashion. 

Saat awal tampil Puthut membawakan tembang macapat Pangkur yang digubah dalam Bahasa Inggris, selanjutnya memainkan dua tokoh wayang Rama dan Sinta dengan membawakan dialog menyikapi isu-isu lingkungan yang sempat terjadi di Indonesia. Salah satunya mengangkat trend fast fashion di kalangan masyarakat dan ketidakpedulian akan limbah fashion yang dihasilkan.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

UMY Jadi PTS dengan Guru Besar Terbanyak di Jogja

57 tahun lalu

Kisah Sunan Kalijaga, Modifikasi Bentuk Wayang karena Dicap Haram

57 tahun lalu

UMS Keluarkan 8 Poin Maklumat Kebangsaan, Kritik Penggunaan Kekuasaan di Pemilu 2024

57 tahun lalu

UMY Sebut Pemilu Terindikasi Tak Netral, Bakal Terjunkan Mahasiswa Awasi TPS

57 tahun lalu

LPKA UMY Berikan Pendampingan Mahasiswa di Asrama Unires Pascakejadian Bunuh Diri

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal