UMS Keluarkan 8 Poin Maklumat Kebangsaan, Kritik Penggunaan Kekuasaan di Pemilu 2024
SOLO, iNews.id - Sejumlah Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menegaskan sikap terhadap kondisi politik Indonesia saat ini. Para civitas akademika ini mengkritik penggunaan kekuasaan yang digunakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait Pemilu 2024.
Aksi bertajuk 'Maklumat Kebangsaan Sivitas Akademika UMS' itu diselenggarakan di depan Gedung Siti Walidah Kampus 2 UMS, Senin (5/2). Aksi ini dipimpin Rektor UMS Prof Dr Sofyan Anif bersama Prof Dr Aidul Fitriciada Azhari yang membacakan 8 poin maklumat hasil diskusi para guru besar.
Dalam maklumat tersebut, para guru besar sepakat pelaksanaan Pilpres dan Pileg 2024 terlihat jelas telah terjadi penyimpangan, penyelewengan dan peluruhan fondasi kebangsaan secara terang-terangan dan tanpa malu.
Hal tersebut terlihat dari penyalahgunaan pranata hukum lewat Mahkamah Konstitusi (MK) untuk melanggengkan kekuasaan yang berwatak nepotis dan oligarkis, yang semakin diperburuk oleh praktik politik dari Presiden yang tidak netral dalam kontestasi pemilu. Hal ini berpotensi terjadinya penyalahgunaan kekuasaan secara masif.
Situasi tersebut menunjukkan kehidupan kebangsaan dan kenegaraan telah kehilangan adab dan etika yang mengancam masa depan demokrasi, supremasi hukum dan terwujudnya keadilan sosial sebagaimana dicita-citakan dalam konstitusi UUD RI Tahun 1945.