Di DIY, wisata seolah menjadi napas bagi perekonomian. Sektor ini mampu menjadi penopang hampir seluruh kegiatan perekonomian, contohnya UMKM.
Tri Saktiyana menjelaskan, multiplayer effect pariwisata lebih dari 104 kali. Yaitu, setiap penambahan Rp1 miliar pendapatan dari pariwisata, output total ekonomi DIY akan bertambah Rp104 miliar. Apabila terjadi penurunan Rp1 miliar di sektor pariwisata, output total ekonomi turun 104 miliar.
Dari sisi ketenagakerjaan, apabila pariwisata turun Rp1 miliar, maka akan ada 0,6 persen penganggur baru. Apabila naik Rp1 miliar, maka akan ada tambahan tenaga kerja baru sebanyak 0,6 persen.
“Itulah kenapa pak Wagub mempriotitaskan wisata untuk menjadi yang pertama kami ujicobakan dan kami dorong produktivitasnya. Karena, sektor pariwisata ini memang merupakan kunci penggerak roda perekonomian,” ucapnya.
Tri Saktiyana mengungkapkan, pariwisata di era new normal tentu berbeda dengan masa sebelumnya. Pemda DIY berharap bisa berada pada level meningkatkan kualitas daripada kualitas.
“Saya ingin wisata di masa uji coba ini lebih meningkat kualitasnya. Ya tentu saja untuk sementara bukan pariwisata yang bersifat massal, akhir tahun ini bukan pariwisata yang bersifat massal yang kami dorong, tapi selektif,” katanya.