UGM Kirim 7 Batch Tim Medis hingga Bangun 100 Huntara di Aceh Utara

Tim iNews
Tim UGM Yogyakarta membantu korban bencana Aceh yang mengalami sakit. (Foto: ist)

YOGYAKARTA, iNews.id - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta mengambil peran aktif dalam penanganan bencana hidrometeorologi yang melanda berbagai wilayah di Sumatra.  

UGM mengonsolidasikan sumber daya akademik, medis, sosial, dan teknis untuk menjawab kebutuhan warga terdampak secara bertahap. Pendekatan ini dijalankan melalui kerja lintas fakultas dan unit kerja, serta kolaborasi dengan mitra kemanusiaan. Upaya tersebut menempatkan kampus sebagai simpul penggerak respons berbasis pengetahuan.

Sebagai fondasi kerja, UGM membentuk tim penanggulangan bencana hidrometeorologi Sumatra yang bekerja melalui tujuh kelompok kerja lintas disiplin. 

Kelompok kerja ini mencakup bidang pemetaan spasial, kesehatan, dukungan psikososial, pendidikan, hunian, hingga penguatan koordinasi kelembagaan. 

Skema kerja dirancang agar setiap intervensi saling melengkapi dan berbasis bukti ilmiah. Rektor UGM, Prof dr Ova Emilia menegaskan, pembentukan tujuh kelompok kerja tersebut bertujuan memastikan respons bencana berjalan terkoordinasi, berbasis data, dan relevan dengan kebutuhan lapangan.

Salah satu capaian kunci berasal dari kerja Tim UGM yang berfokus pada pemetaan cepat dan analisis spasial kebencanaan. “Tim ini telah bekerja sejak satu pekan pascabencana dan menyelesaikan seluruh target rapid mapping secara penuh,” ujarnya dalam keterangan resminya, Minggu (4/1/2025). 

Dia menyebut, produk yang dihasilkan meliputi peta area terdampak banjir, peta perubahan sebelum dan sesudah bencana, peta aksesibilitas jaringan jalan, peta status fasilitas kesehatan dan shelter, peta permukiman terdampak, serta peta kebutuhan masyarakat. Keseluruhan peta tersebut menjadi rujukan utama dalam perencanaan respons dan pemulihan. 

Basis data spasial hasil kerja UGM dikonsolidasikan melalui geoportal dan dikelola dengan pengendalian hak cipta serta akses data oleh Biro Manajemen Strategis (BMS) UGM.

Data ini disampaikan kepada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk proses publikasi dan pemanfaatan lanjutan. Sejumlah peta kebutuhan juga telah terhubung langsung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) guna mendukung penyaluran bantuan berbasis data. 

Dengan demikian, hasil kerja spasial UGM berperan sebagai rujukan kebijakan dalam respons bencana di tingkat nasional. Pemanfaatan peta zona aman menjadi aspek krusial dalam penentuan lokasi hunian sementara dan hunian tetap bagi penyintas.

Berbasis analisis spasial tersebut, UGM menyiapkan desain hunian yang adaptif terhadap risiko kebencanaan dan kondisi tapak. Pendekatan ini memastikan pembangunan hunian tidak dilakukan di wilayah rawan berulang.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kemenag: 87 Persen Madrasah di Aceh Siap Belajar Tatap Muka Besok

57 tahun lalu

Jembatan Bailey Rampung, Akses Jalan di Aceh Utara Ini Kembali Terhubung

57 tahun lalu

Kebijakan Kita Goes to Campus di UGM, Mahasiswa Diajak Hidupkan Kembali Dialog Kritis

57 tahun lalu

Gugatan CLS Ijazah Jokowi Ditolak PN Solo, 2 Alumni UGM Siapkan Banding

57 tahun lalu

Kasum TNI Targetkan Pembangunan Huntara di Tapanuli Selatan Rampung 14 Februari

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal