Taman Herbal ini, kata Santoso sering dikunjungi oleh siswa sekolah yang melakukan study tour ke Kampus Fakultas Farmasi UGM. Mereka ingin mengenal lebih jauh tentang tanaman herbal.
Sementara itu, Dekan Fakultas Farmasi UGM Agung Endro mengatakan keberadaan Taman Herbal menjadi bagian program penataan tata ruang kampus. Selain Taman Herbal, pihak kampus juga meresmikan coworking space bagi mahasiswa. Coworking space itu berupa tiga ruang belajar baru.
“Tujuannya agar mahasiswa menjadi betah di kampus,” katanya.
Untuk mendukung kegiatan diskusi bagi mahasiswa, pihak kampus melengkapi Taman Herbal ini dengan fasilitas internet kecepatan tinggi. Taman Herbal dan coworking space yang berdampingan itu diperkirakan mampu menampung 50 hingga 100 orang sekaligus.
“Melalui pengembangan taman herbal dan student corner itu, pihak kampus berharap akan muncul ide kreatif dari mahasiswa Fakultas Farmasi UGM. Harapannya bisa mendukung kegiatan riset dibidang farmasi dan rumah sakit,” ujarnya.