Penganugerahan ini telah dilaksanakan pada Sabtu (1/8/2020) di Auditorium UNY. Sedangkan Promotor gelar Doktor Kehormatan Mohammad Bruri Triyono dengan co-promotor Marsigit.
Menurut Bruri, secara akademik dalam bidang vokasional baik formal maupun non-formal telah banyak ditunjukkan oleh Hasto Wardoyo. Meskipun latar belakang pendidikan beliau di bidang kesehatan, saat menjabat bupati mampu menggerakan masyarakat dan meningkatkan taraf hidup masyarakat.
“Beliau mampu memberikan dorongan ideologis terutama dibidang vokasional, serta kemampuan dan sisi kebermanfaatan maupun teknologinya telah memunculkan kinerja diri yang sangat luar biasa,” katanya.
Penerapan teknologi dalam pemberdayaan masyarakat Kulonprogo sangat kental dengan muatan pendidikan vokasional. Pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan merupakan masalah penting bagi pimpinan daerah. Penerapan sains, teknologi, seni, budaya, dan rekayasa yang tepat menjadi penentu keberhasilan pimpinan daerah dalam membangun masyarakat yang dipimpinnya.
“Promovendus dalam membangun masyarakat Kulon Progo sejalan dengan perkembangan Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 serta memperhatikan secara seksama adanya transformasi digital yang berlangsung di masyarakat,” katanya.
Beberapa catatan prestasi, mulai kebijakan membeli beras dari petani, menginisiasi PDAM Kulonprogo memproduksi air minum kemasan, hingga kopi dan teh Kulonprogo. Batik Geblek Renteng telah membangkitkan geliat pengusaha batik dengan pangsa pasar siswa sekolah, PNS dan perangkat desa. Selain itu dengan program kemitraan toko modern menjadi tomira (Toko milik rakyat).