Sepi Peminat, Industri Kerajinan Genteng kripik di Bantul Makin Berkurang

Antara
Perajin genteng kripik tradisional di Dusun Polosiyo, Desa Poncosari, Srandakan, Kabupaten Bantul, DIY (Foto : Antara )

Sementara itu, pengrajin genteng kripik di Dusun Polosiyo Desa Poncosari Srandakan Bantul Rohmad mengatakan, masih mempertahankan produksi genteng tradisional karena sudah digeluti orang tua secara turun menurun, meskipun diakui konsumen banyak beralih ke genteng modern.

Dia mengatakan, industri genteng kripik ini meneruskan usaha ayah yang juga produsen, mengingat di kampung Polosiyo ini dulunya merupakan sentra genteng kripik, dan saat ini dengan dibantu istri dan ibunya dalam satu hari dapat memproduksi sekitar 200 sampai 250 genteng kripik.

"Konsumen genteng kripik sebagian besar dari Kulon Progo dan Bantul, kelebihan genteng ini bobotnya lebih ringan, banyak digunakan di pendopo-pendopo maupun rumah kampung.? Satu genteng saya jual Rp900 tiap seribunya, selain genteng saya juga produksi genteng wuwung," katanya.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Atap Mall Grand City Surabaya Ambrol, Diduga Akibat Perembesan Air

57 tahun lalu

7 Tempat Kuliner Malam Salatiga, Nomor 2 Legendaris sejak 1950

57 tahun lalu

13 Tempat Makan Malam di Jogja, Hidangan Tradisional Teman Bergadang

57 tahun lalu

Hujan Disertai Angin Kencang, Atap Ruangan Laboratorium Komputer SMP di Sukabumi Ambruk

57 tahun lalu

Atap Pasar Ikan di Banjarnegara Ambruk akibat Diguyur Hujan, 1 Pedagang Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal