Satu target PKI yaitu Panglima TNI Jenderal AH Nasution, lolos dan mampu melarikan diri ketika segerombolan pasukan Tjakrabirawa mengepung rumahnyandengan melompat pagar rumah Kedubes Irak di sebelahnya. Namun ditangkap Kapten (Anumerta) Pierre Tendean.
Kemudian, jenazah para korban lalu dimasukkan ke dalam sumur tua di daerah lubang buaya. Pukul 07.00 WIB, Radio Republik Indonesia (RRI) menyiarkan sebuah pesan yang berasal dari Untung Syamsuri, Komandan Tjakrabiwa, G30SPKI telah berhasil mengambil alih beberapa lokasi stratergis Jakarta beserta anggota militer lainnya.
Mereka bersikeras gerakan tersebut sebenarnya didukung CIA yang bertujuan untuk melengserkan Presiden Soekarno dari posisinya.
Operasi penumpasan G30S PKI dimulai sejak tanggal 1 Oktober 1965 sore hari. Gedung RRI pusat dan Kantor Pusat Telekomunikasi dapat direbut kembali tanpa pertumpahan darah oleh satuan RPKAD di bawah pimpinan Kolonel Sarwo Edhi Wibowo, pasukan Para Kujang/328 Siliwangi dan dibantu sejumlah pasukan kavaleri.
Setelah diketahui basis G30S PKI berada di sekitar Halim Perdana Kusuma, pasukan langsung menuju ke sana.