“Saya awali dari bulan Maret, dan Awal Agustus sudah bisa terealisasi sampai sekarang,” katanya.
Untuk mengurus warung ini, Abdul Ghofar dibantu keluarga dan tetangganya. Mereka juga ikut bersedekah tenaga untuk memasak. Tidak sedikit ada yang memberi kerupuk, peyek ataupun es tape.
“Menunya setiap hari kita ganti. Khusus Hari Jumat kita tawarkan menu soto. Biasanya setelah Salat Jumat banyak yang makan,”katanya.
Meski setiap hari menyediakan hingga 70 porsi secara gratis, Abdul Ghofar mengaku tidak rugi. Dia percaya apa yang dilakukan akan mendapatkan balasan, meski bukan berupa materi.
Salah seorang warga Susanto, mengaku sengaja datang untuk melihat seperti apa wujud dan pelayanan warung gratis ini. Saat tiba sudah ada beberapa orang yang makan disana, tanpa dipungut biaya. Sedangkan menunya ada sayur asam, dan sayur lodeh dengan lauk telur, serta sambel. Di tempat itu juga disediakan minuman berupa es tape.
“Ke sini ingin mencoba saja, kalau ada rezeki pengen mendirikan,” katanya.