Salah satu produk unggulan yang bisa ditampilkan adalah produk kuliner tahu bakso. Dikatakan Menparekraf tahu bakso ini sangat diminati oleh wisatawan di seluruh ASEAN, karena rasanya gurih dan cukup mengenyangkan. Namun harus didukung dengan kemasan yang berkualitas.
"Saya sudah keliling ke Myanmar sampai ke Filipina, tahu bakso itu favorit. Jadi nanti mungkin menurut saya ini perlu kita kemas dengan baik, kita tampilkan sebagai salah satu produk yang kita unggulkan di ASEAN Tourism Forum. Ini salah satu cara kita untuk masuk ke pasar internasional," ujar Sandiaga.
Dalam kesempatan itu pula, Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga mengingatkan pelaku ekonomi kreatif di Yogyakarta bahwa untuk bisa bertahan di sektor ekonomi kreatif, pelaku usaha harus mampu meningkatkan kreativitas dan inovasi.
Sebab dua aspek tersebut adalah modal utama yang sangat diperlukan. Mengingat perkembangan digitalisasi yang semakin cepat.
Apalagi saat ini, Yogyakarta mengalami peningkatan kunjungan wisatawan yang cukup signifikan. Dimana untuk weekdays keterisian kamar hotel mencapai angka 70 - 80 persen, sementara pada saat weekend nyaris mencapai 100 persen.