Para driver Gojek juga menuntut agar PT GI menghapus sistem akun prioritas dan diganti dengan sistem yang lebih manusiawi. Semua orderan harus bisa diterima dan dirasakan seluruh driver tanpa terkecuali, tanpa ada pembatasan sekat.
Sistem akun prioritas, kata Wibi, menjadikan pendapatan yang diperoleh driver menjadi tidak adil. Driver biasa akan kalah dengan para pemilik akun prioritas. Sehingga orderan yang diperoleh menjadi tidak seimbang. "Akun prioritas harus dihapus, karena akan menyulitkan kami mendapatkan order yang kalah dengan prioritas,” ucap Wibi.
Para driver juga menuntut agar PT GI mengembalikan kesejahteraan Gojek Yogyakarta seperti yang dijanjikan CEO PT Gojek Indonesia, Nadiem Makarim.
Beliau pernah berjanji kepada peemrintah untukn memberikan kesejahteraan kepada para driver ketika akan masuk ke Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Para driver juga mengancam akan menggelar aksi yang lebih besar. Selama berlangsung aksi dan satu hari ini, mereka tidak ada yang mengambil penumpang.
Vice President Corporate Affair PT GI, Michael Say mengatakan siap menerima aspirasi dari para driver. Menurut Michael, sebenarnya mereka tidak perlu melakukan aksi ini karena sudah ada saluran aspirasi melalui kopdar melibatkan mitra driver Gojek dengan PT GI.