Ratusan Warga Terdampak Banjir di Bantul Kesulitan Akses Keluar

Antara
Jalan aspal di Kecamatan Imogiri, Bantul, putus diterjang banjir. Ratusan warga kesulitas akses keluar. (Foto: iNews/Trisna Purwoko)

BANTUL, iNews.id - Puluhan kepala keluarga (KK) di wilayah Dusun Wunut, Desa Sriharjo Kecamatan Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang terdampak banjir kesulitan akses ke luar pedukuhan. Pasalnya, satu-satunya jalan ke lokasi tersebut terputus akibat banjir.

"Jalan ini untuk kepentingan warga di tiga RT (rukun tetangga) pedukuhan Wunut Desa Sriharjo, kalau jalan ini putus jelas warga saya tidak bisa ke mana-mana," kata Ketua RT 4 Dusun Wunut, Desa Sriharjo Sokijan di Bantul, Sabtu (02/12/2017).

Menurut dia, banjir yang melanda wilayahnya sejak Selasa, 28 November 2017, membuat puluhan rumah di pedukuhannya terendam. Tak hanya itu, banjir akibat hujan deras disertai angin kencang itu mengakibatkan jalan utama warga putus.

Selain jalan itu, kata dia, jembatan gantung di atas Sungai Oya juga terputus. Jembatan ini sebelumnya dimanfaatkan warga untuk akses jalan lain. Putusnya jembatan ini praktis membuat jalan yang tersisa adalah jalan aspal yang putus.

"Ini penting sekali, kalau ini putus jadi ekonomi warga dan lain-lain lumpuh total, jadi warga sini hanya bisa jalan kaki saja lewat tepi jalan yang putus. Kalau dulu ada jembatan gantung, sekarang sudah putus," katanya.

Sokijan mengatakan, setidaknya ada sekitar 90 KK yang kesulitan akses karena jalan terputus itu. Karena rata-rata setiap RT terdapat 30 KK, sementara tiap KK terdiri sekitar empat sampai lima jiwa, sehingga total lebih dari 250 jiwa.

"Dan sekarang ini yang diprioritaskan warga di sini selain membuat jalan sementara, yaitu penyalaan listrik, karena listrik sudah mati sejak musibah banjir sampai sekarang. Mati total tidak bisa menerangi warga," ucapnya.

Sementara itu, kata dia, agar warga setempat tidak kesulitan akses, warga bergotong-royong membuat jalan sementara di atas jalan yang terputus itu dengan membentangkan kayu. Setidaknya, jalan akan bisa dilewati kendaraan roda dua.

"Ini untuk sementara saja, paling tidak motor bisa lewat, dan walaupun di sini beda pedukuhan, tetapi gotong royongnya tinggi," katanya.

Camat Imogiri, Sigit Subroto sebelumnya mengatakan, akses penghubung dua desa di kecamatannya terputus. Jalan desa dan jembatan gantung yang menjadi akses utama warga setempat putus tidak dapat dilewati.

"Iya, akses yang menuju ke sana di dua desa yaitu Desa Sriharjo sama Selopamioro yang putus, kena batu sama longsor. Yang di sana itu sebagian warga Desa Selopamioro dan sebagian Desa Sriharjo," katanya.

Editor : Himas Puspito Putra
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gempa Bumi Magnitudo 3,4 Guncang Gunungkidul DIY

57 tahun lalu

Kehabisan Bekal, Sejoli asal Kolombia Ditangkap saat Ngamen di Lampu Merah Bantul

57 tahun lalu

Pilu! Remaja Hilang Tenggelam saat Surfing di Pantai Parangtritis Ditemukan Tewas

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 3,3 Guncang Bantul DIY

57 tahun lalu

Gempa Hari Ini di Gunungkidul DIY, Cek Kekuatan Magnitudonya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal