Ratusan Anggota KPPS di Gunungkidul Tolak Rapid Test

Suharjono
Pamong desa di Gunungkidul menjalani tes swab untuk mencegah penularan Covid-19. (foto: iNews.id/Kismaya Wibowo)

GUNUNGKIDUL, iNews.id - Ratusan anggota Kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) di Kapanewon Karangmojo menolak mengikuti rapid test Covid-19. Mereka mengaku trauma karena beberapa bulan lalu sudah melakukan karantina mandiri akibat pandemi corona ini.

Salah satu anggota KPPS di Kalurahan Bejiharjo, Karangmojo, Windi Duriwianto mengungkapkan, sebagai syarat untuk bertugas rapid test memang diwajibkan. Namun dia memilih tidak menjadi anggota KPPS apabila hal tersebut diwajibkan.

"Kejadian beberapa bulan lalu yang membuat sejumlah warga di Kalurahan Bejiharjo harus lockdown karena adanya Covid-19. Saya trauma, gak bisa ditawar-tawar lagi biarpun nanti hasilnya dirahasiakan biarpun nanti selama isolasi dapat bantuan," tuturnya, Rabu (2/12/2020).

Dikatakannya, sejak awal rekruitmen, dia merasa tidak membaca syarat rapid test menjadi bagian utama untuk menjadi KPPS. Jika kemudian nantinya tetap dipaksa untuk menjalani rapid test ia akan mengundurkan diri sebagai anggota KPPS. "Kalau dipaksa ya lebih baik saya mundur saja," ucapnya.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pilkada di Bali, 1 Petugas Keamanan TPS Meninggal Dunia dan 2 KPPS Keguguran

57 tahun lalu

Pj Gubernur Jateng Nana Sudjana Prihatin, 67 Petugas Meninggal selama Pemilu 2024

57 tahun lalu

KPU Jabar Catat 53 Petugas Pemilu Meninggal, Mayoritas Anggota KPPS

57 tahun lalu

Terungkap Motif Ledakan Bom Bondet di Pamekasan, Anak Korban Dituduh Informan Kasus Narkoba

57 tahun lalu

3 Pelaku Ledakan Bom Bondet di Rumah Ketua KPPS Pamekasan Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal