Menurut Agus, dengan dimulainya tahap pembangunan konstruksi itu, PT AP I akan menyeterilkan seluruh kawasan proyek dari warga sekitar yang masih berlalu lalang memasuki kawasan proyek bandara.
“Masjid pengganti juga sebulan lagi jadi. Masjid yang ada sekarang ini masih dihuni warga dan akan kita pindahkan. Lokasi masjidnya ada di lokasi relokasi. Semuanya steril dan dijaga karena kaitanya dengan keselamatan warga. Kalau warga tidak termonitor keluar masuk area, faktor keselamatanya tidak terjamin,” paparnya.
Dia menambahkan, pembangunan bandara juga bekerja sama dengan pihak terkait untuk melakukan tanggungjawab sosial terhadap masyarakat sekitar yang terdampak proyek bandara. “Kita akan mengajak warga lima desa terdampak bandara agar tidak hanya menonton, namun ikut serta dalam perencanaan hingga operasi nanti. Targetnya memang tidak seluruhnya bekerja di bandara,” katanya.