KULONPROGO,iNews.id – PT Angkasa Pura (AP) I melanjutkan relokasi makam yang masih ada di area calon lokasi bandara baru Yogyakarta (New Yogyakarta International Airport/NYIA) di Kecamatan Temon, Kulonprogo, DIY. Makam-makam itu akan direlokasi ke kompleks pemakaman umum di Desa Glagah.
Kepala Desa Glagah Agus Parmono mengatakan, relokasi makam akan diselesaikan selama dua hari ini. Pada hari pertama Selasa (23/10/2018) hingga petang tadi, sudah ada 81 makam yang berhasil dibongkar untuk dipindahkan ke Pemakaman Umum Bapangan, Glagah.
Makam yang dipindah ini tersebar di empat makam di Desa Glagah, yakni di Pedukuhan Sidorejo, Bapangan, Kepek dan Bapangsari. Sebagian besar makam direlokasi ke Pedukuhan Bebekan.
“Targetnya dua hari ini harus selesai dan tidak ada lagi makam yang tersisa. Sampai petang ini sudah ada 81 makam yang direlokasi,” ujar Agus Parmono.
Makam yang dipindah merupakan makam leluhur dan keluarga warga penolak bandara yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran (PWPP) Kulonprogo. Mereka menolak makam leluhurnya dipindah dengan alasan apapun.