Humas Basarnas Yogyakarta Pipit Erianto mengatakan, proses evakuasi Swito dilakukan oleh petugas SAR dibantu para relawan, TNI dan Polri. Butuh waktu sekitar satu jam untuk bisa mengeluarkan korban yang kedua kakinya terjepit batuan.
Proses evakuasi harus dilakukan dengan hati-hati. Jika tidak cermat, bisa saja korban akan mengalami patah tulang. Bahkan, tim harus membongkar beberapa sisi bangunan talut yang tengah dibangun.
Begitu berhasil diangkat, korban langsung ditangani oleh tim medis yang sudah disiapkan. “Keduanya selamat. Korban mengalami luka di tangan dan kakinya. Untuk penanganan lebih lanjut, korban dibawa ke UGD RSUD Sleman,” kata Pipit Erianto.