Kenaikan konsumsi BBM dan diperkirakan terjadi karena pembukaan Tol Trans Jawa. “Semenjak dibukanya Tol Trans Jawa, DIY dan Jawa Tengah menjadi destinasi favorit masyarakat yang ingin berlibur dengan mobil pribadi secara cepat,” ujarnya.
Pertamina siap menyiagakan sejumlah mobil tangki yang membawa muatan atau biasa disebut “SPBU kantong” di sejumlah SPBU. Mobil-mobil tangki itu disiapkan untuk mengantisipasi melonjaknya permintaan BBM. Pertamina akan menyiapkan tujuh mobil SPBU kantong yaitu tiga SPBU di wilayah Sleman (SPBU 44.555.24 Pokoh, 44.555.04 Medari, dan 44.552.04 Maguwoharjo); dua SPBU di wilayah Gunungkidul (SPBU 44.558.09 Gading, dan 44.558.12 Duwet); satu SPBU di wilayah Bantul (SPBU 44.557.09 Patalan); dan satu SPBU di Kulonprogo (44.556.03 Temon).
Untuk stok elpiji, Pertamina akan menambahnya sebanyak 7,9 persen dari rata-rata harian normal sebesar 3.867 metrik ton menjadi 4.174 metrik ton. Khusus untuk elpiji PSO di wilayah DIY dan Jateng akan ditambah sebanyak 6 persen dari rata-rata 356 metrik ton menjadi 378 metrik ton. Elpiji Non-PSO akan ditambah sebanyak 34,6 persen dari 66 metrik ton menjadi 89 metrik ton.
“Ada 113 SPBU di DIY dan 377 pangkalan elpiji serta 69 agen elpiji PSO dan Non-PSO yang disiagakan untuk mengantisipasi kebutuhan,” ucapnya.