Pertamax Naik Omzet SPBU Turun Drastis, Pertashop Stabil

erfan erlin
Antrean pembelian Pertalite di SPBU Jalan Parangtritis Sewon Bantul nampak mengular.(Foto : MPI/erfan erlin)

Namun kondisi berbeda terlihat di outlet-outlet pertashop yang tersebar di berbagai wilayah terpencil yang jauh dari jangkauan SPBU. Mereka mengakui penjualan pertamax di outlet pertashop sempat terpukul akibat kenaikan harga jual pertamax.

Mahmud Suhartanto, salah seorang pengusaha pertashop di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) Gunungkidul, mengungkapkan penjualan pertamax mereka sempat anjlok usai pemerintah menaikkan harga jualnya. Namun anjloknya penjualan hanya berlangsung sebentar. "Kami rasakan dampaknya 2 hari. Setelah itu pulih lagi," ujar dia.

Mahmud menuturkan akibat kenaikan harga, penjualan pertamax di outlet pertashop yang ia dirikan di JJLS tepatnya di Tanjungsari memang mengalami penurunan 40 persen dibanding sebelum kenaikan harga. Namun sekarang penjualannya telah pulih, sehari mampu membukukan penjualan 1.500 liter.

JJLS di wilayah Gunungkidul memang tidak ada SPBU. Untuk menjangkau terdekat SPBU harus menempuh perjalanan belasan kilometer. Sehingga Pertashop menjadi pilihan masyarakat untuk mendapatkan bahan bakar dengan harga standar.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Solar Langka di Makassar, Antrean Bus dan Truk Mengular di SPBU

57 tahun lalu

Imbas Pertamax Naik Rp16.250, Mobil Pelat Merah di Sidoarjo Ikut Antre Isi Pertalite

57 tahun lalu

Dampak Kenaikan Harga Pertamax, Antrean Pertalite Mengular di SPBU Bandung

57 tahun lalu

Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Warga Lamongan Beralih ke Pertalite

57 tahun lalu

Polda Babel Bongkar Penimbunan Solar Subsidi 8.000 Liter, 3 Orang Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal