Dosen pun dibekali dengan wawasan bagaimana memperlakukan keterbatasan tersebut. “Mahasiswa difabel di sini tidak dibedakan dengan mahasiswa lainnya” katanya.
Kendati begitu, Iva mengakui bahwa saat ini belum semua pembelajaran di UGM menyentuh kebutuhan mahasiswa difabel. Pokja Difabel, UGM berusaha merancang dan merumuskan metode pembelajaran khusus yang dapat mengakomodir kebutuhan para mahasiswa tersebut.
Sementara untuk layanan bagi mahasiswa difabel, dikatakan Iva UGM menerapkan layanan yang didesain dapat mengakomodir permohonan informasi mahasiswa difabel. Salah satunya dengan adanya petugas yang memiliki keterampilan bahasa isyarat.
“Sekarang memang belum ada Unit layanan Disabilitas, tetapi di 2020 mendatang akan ada unit layanan khusus bagi mahasiswa difabel,” ucapnya.
UGM juga memiliki Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Peduli Difabel yang kegiatannya memberikan dampak positif bagi mahasiswa penyandang difabel.