Peringati Hari Sumpah Pemuda, Haedar Nashir Ingatkan Persatuan Indonesia yang Berkemajuan

Kuntadi
Ketua Umum PP MUhammadiyah Haedar Nashir. (foto: istimewa)

Politik identitas, sejatinya bukanlah masalah. Karena setiap orang terikat dengan identitas mengikuti hukum Homo Sapiens. Masalah akan terjadi jika politik identitas berdasarkan agama, suku, ras, dan ideologi disalahgunakan dengan cara dan paham yang radikal-ekstrim. 

“Pro dan antipolitik identitas pun bahkan menjadi benih pertengkaran baru sesama anak bangsa yang muaranya saling membelah,” imbuhnya.

Haedar menegaskan untuk mewujudkan Persatuan Indonesia diperlukan sikap moderat dan moderasi dalam bernegara oleh seluruh warga dan golongan. Politik harus menjadi pilar persatuan dan bukan faktor pemecah belah. 

“Politik penting diletakkan di atas jiwa Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmah Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan Perwakilan sebagaimana nilai sila keempat Pancasila,” katanya.  

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Muhammadiyah Berduka, Kiai Muhammad Jazir Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Meninggal Dunia

57 tahun lalu

Bupati Rudy Susmanto Tegaskan Pemuda Penentu Arah Masa Depan Bangsa

57 tahun lalu

Peringatan Sumpah Pemuda ke-97, Ketua DPRD Badung Tekankan Pengetahuan dan Kapabilitas

57 tahun lalu

Paus Fransiskus Meninggal Dunia, Haedar Nashir: Sosok Humanis dan Penebar Damai

57 tahun lalu

Berduka, Haedar Nashir Kenang Momen Pertemuan dengan Paus Fransiskus di Vatikan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal