Hal ini mestinya bisa saling meghargai dan menghormati. Perbedaan harus dimaknaia sebagai rahmatan lil ‘alamin. “Saya rasa ini ini cukup bagus, penanggulangan teroris menggandeng milenial dengan lomba film pendek,” katanya.
Ketua FKPT DIY Mukhtasar Syamsuddin mengungkapkan, FKPT merupakan organisasi yang sifatnya pencegahan. Jadi lembaga ini bukan lembaga penanggulangan terorisme. Namun kegiatan yang sifatnya mengajak agar tidak terjadi upaya upaya radikalisasi di DIY.
Upaya yang dilakukan dengan mengedukasi melalui lomba video pendek dengan tema “Satu Indonesia” ini menjadi cara efektif mengajak generasi milenial untuk peka dengan lingkungan dan memberikan pesan humanis bagi masyarakat.
“Ini sudah ketiga kalinya digelar dan luar biasa dampak maupun kualitas generasi muda dalam memberikan pesan-pesan moral untuk anti radikalisme dan terorisme,” katanya.
Kepala Seksi Pengawasan Barang Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Faizal Zan Aulia mengatakan, gaya penanggulangan terorisme untuk generasi muda memang dilakukan tidak biasa lantaran saat ini memberikan sosialisasi terhadap generasi muda tidak bisa dilakukan dengan cara-cara formal.
“Kalau generasi milenial disodori hal hal yang serius tidak akan kena, sukanya teknologi, dibuat nonformal dan tidak saklek. Dengan adanya kegiatan seperti ini, pencegahan radikalisme dan terorisme bisa lebih efisien,” katanya.