WASHINGTON, iNews.id - Perang Rusia dan Ukraina menjadi pelajaran berharga bagi China. Pemerintah China akan berpikir ulang untuk menyerang Taiwan.
Pasalnya, perang bisa berlangsung lama, apalagi jika di Taiwan didukung negara Barat.
Direktur Badan Intelijen Pusat (CIA) Bill Burns mengatakan, posisi China dalam menggunakan kekuatan militer terhadap Taiwan lebih kepada pertanyaan kapan dan bagaimana, bukan apakah.
Menurut Burns, China mungkin berpikir bahwa kemenangan tak bisa diraih dengan cepat sekalipun memiliki kekuatan militer yang luar biasa. Ada perasaan gelisah di China saat melihat perang Rusia-Ukraina bisa berlangsung 5 bulan, bahkan diperkirakan memakan waktu panjang.
Burns menilai panjangnya waktu perang tersebut sebagai kegagalan strategis Presiden Vladimir Putin yang mulanya berhadap pemerintah Presiden Volodymyr Zelensky akan jatuh dalam hitungan beberapa pekan sejak operasi militer digelar pada 24 Februari.