Tim dokter ini terdiri atas dokter tulang, anestesi, dan penyakit dalam. Mereka terus memeriksa dan memantau kondisi kesehatan tersangka. Termasuk beberapa luka sudah mulai mengering dan pulih.
Selama dirawat, tersangka ditempatkan di ruang khusus dengan penjagaan ketat selama 24 jam tanpa henti. Ruang perawatan juga terpisah dari pasien umum. "Untuk kejiwaan kita tidak memeriksa, akan ada tim khusus dari Polda," kata Theresia.
Suliono menjalani operasi pada Minggu (11/02/2018) malam untuk mengeluarkan proyektil peluruh yang bersarang di kaki kanannya. Namun sekarang kondisinya sudah membaik. Bahkan tensi darahnya sudah normal 120/80. Denyut nadi juga normal, dan sudah mulai dilatih berjalan.
Kabid Humas Polda DIY AKBP Yulianto mengatakan polisi menambah saksi dalam pemeriksaan kasus penyerangan gerja. Jika sebelumnya baru memeriksa 11 orang kini sudah ada 15 orang saksi. Empat orang di antaranya dari Magelang tempat korban dulu menjadi santri.
Suliono menyerang dan membacok jemaat Gereja Santa Lidwina di Bedog, Gamping, Sleman, Minggu (11/2/2018). Dia mmebacok tiga jemaat dan seorang pastor. Bahkan seorang anggota kepolisian Aiptu Almunir juga smepat terkena sabetan pedangnya saat mengamankan. Setelah ditembak di kedua kakinya, pelaku bisa diamankand an dibawa ke rumah sakit.