Pengamat Ekonomi UGM Sebut Larangan Impor Baju Bekas Harus Diikuti Kualitas Sandang Lokal

Kuntadi
pakaian bekas impor (foto: antara)

Kualitas produk lokal harus lebih bagus. Jangan sampai mudah rusak setelah dipakai dibanding baju bekas impor. Begitu juga dari sisi desain juga harus lebih baik dan produksi massal juga tepat waktu. 

“Pedagang yang biasa menjual pakaian bekas harus diarahkan untuk memasarkan produk lokal dengan menjadi reseller atau dropshipper,” ujarnya.

Soal hasil laporan penelitian yang menyebutkan bahwa menggunakan pakaian bekas impor bisa berisiko menimbulkan dampak kesehatan bagi konsumen karena adanya kandungan infeksi jamur, virus dan bakteri tidak cukup efektif mengalihkan perhatian masyarakat kecil untuk berpaling dari pakaian bekas impor. Masyarakat lebih sensitif terhadap harga. 

“Pekerjaan pemerintah sekarang ini bagaimana menertibkan impor ilegal dan di sisi lain produk UMKM makin terus berkembang kualitasnya dan harganya pun bisa bersaing,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Dolar AS Menguat, Binsar Minta Pemkot Medan Perkuat UMKM dan Lapangan Kerja

57 tahun lalu

Realisasikan Aspirasi Masyarakat, Yusuf Bora Fokus Pemberdayaan UMKM di Sumba Barat Daya

57 tahun lalu

Besarkan Perindo Jatim, Ahmad Zazuli Ingin Dikenang sebagai Pejuang UMKM

57 tahun lalu

Sambut Human Origin Heritage, Wali Kota Robby Promosikan Budaya Salatiga ke Mancanegara

57 tahun lalu

Terbongkar! Polda NTT Gagalkan Pakaian Bekas Impor, 157 Ballpress Disita

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal