Pemkot Jogja Musnahkan 687,5 Kg Kerupuk Puli Mengandung Boraks

Antara
Pemusnahan kerupuk dari hasil tangkap tangan di Pasar Beringharjo yang diketahui mengandung bahan berbahaya, boraks. Pemusnahan dilakukan di Pasar Giwangan Yogyakarta, Rabu (18/1/2023) (Foto : Antara)

"Dampak penggunaan boraks tidak akan terlihat langsung tetapi bahan berbahaya itu akan terakumulasi di dalam tubuh yang kemudian lama kelamaan bisa menyebabkan penyakit, seperti kanker dan lainnya," ujar Trikoranti.

Penggunaan boraks sangat berbahaya, terutama bagi anak-anak, karena dampak kesehatan baru akan terlihat dalam beberapa tahun kemudian.

BBPOM Yogyakarta berjanji melakukan pengawasan keamanan pangan secara rutin, tidak hanya di pasar tradisional tetapi juga di seluruh tempat usaha dengan cara sampling bekerja sama dengan dinas terkait di kabupaten kota.

"Misalnya pengecekan pada produk yang sudah memiliki izin edar tetapi setelah dites ternyata mengandung bahan berbahaya. Ini yang kami awasi dan pelaku usaha diberi pembinaan. Sanksi bisa diberikan, tetapi itu pilihan terakhir jika masih terus menggunakan bahan berbahaya," ujarnya. 

Selama ini bahan pangan berbahaya yang paling banyak ditemukan adalah boraks dan formalin.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Polda Jabar Gerebek Pabrik Mi Berformalin di Garut, Omzet Rp21 Juta per Bulan

57 tahun lalu

Ribuan Wisatawan Padati Pasar Beringharjo, Berburu Oleh-Oleh Murah Saat Libur Nataru

57 tahun lalu

Begini Reaksi Bawaslu DIY saat Dihadiahi Kerupuk Melempem Award dari Demonstran

57 tahun lalu

Kisah Single Mom Mantan Sekuriti di Jakarta, Kini Sukses Jualan Kerupuk Gunakan Moge

57 tahun lalu

Viral Emak-Emak di Demak Jualan Kerupuk Goreng Pasir Gunakan Moge Pink

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal