KULONPROGO, iNews.id – Pembebasan lahan bandara baru Yogyakarta atau New Yogyakarta International Airport (NYIA) di Temon, Kulonprogo belum tuntas. Masih ada sebagian warga yang menolak untuk dilakukan land clearing (pengosongan lahan). Warga yang tergabung dalam Paguyuban Warga Penolak Penggusuran (PWPP Kulonprogo) bahkan masih bertahan di rumah dan lahan mereka.
Bupati Kulonprogo, Hasto Wardoyo mengakui masih ada sebagian warga yang menolak rencana pembangunan bandara. Pemkab sebenarnya sudah membuka pintu komunikasi dan dialog. Namun keinginan ini belum bisa terealisasi karena warga belum bersedia ditemui dengan berbagai alasan. “Kita siap bertemu langsung untuk mendengar maunya warga seperti apa,” kata Hasto, Minggu (14/01/2018).
Pemkab Kulonprogo, kata dia, telah mengantongi data detail terhadap 32 kepala keluarga (KK) yang ada di Desa Palihan dan Glagah yang masih bertahan. Pemkab juga sudah berkoordinasi dengan PT Angka Pura (AP) I dan PT PP, serta tim percepatan internal pemkab untuk menyaring data bidang tersisa.
Secara umum, kata Hasto, tinggal satu persen lahan yang belum tuntas untuk dibebaskan. Dari hasil koordinasi bisa disaring ke dalam dua kelompok bidang tanah yang belum tuntas.
Yakni, bidang yang belum terbayarkan karena masih diproses pengadilan (konsinyasi), serta bidang tanah yang oleh warganya menolak tanpa syarat. “Yang pokoke (penolak tanpa syarat), akan kita manage tersendiri,” ucap Hasto.