Pemesanan Peti Mati di Salatiga Naik 600 Persen akibat Kasus Covid-19 Melonjak

Angga Rosa
Seorang pekerja sedang membuat peti mati di salah satu perajin di Jalan Taman Makam Pahlawan, Kutowinangun, Salatiga. Foto: Ist.

Karena permintaan peti mati melonjak, Sigit beserta tiga orang pekerjanya harus bekerja keras dan lembur. Sebab untuk membuat satu peti mati semok, membutuhkan waktu sekitar dua jam.  

"Dalam satu hari kami bisa membuat sepuluh peti mati. Selain peti semok untuk jenasah Covid-19, kami juga membuat peti dari ukir jati, mulai dari harga Rp3,5 juta hingga Rp12 juta,” katanya

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Banjir Bandang Terjang Kampung Domas Salatiga, 4 Rumah Warga Terdampak Kerusakan

57 tahun lalu

Rem Blong, Truk Bermuatan 25 Ton Beras Kecelakaan di Salatiga

57 tahun lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

Korupsi Bilik Sterilisasi Covid-19 di Dairi, 2 Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal