Aji berharap masyarakat meneladani bagaimana semangat Djaduk dalam mengembangkan seni.
Senada dengan Aji, seniman sekaligus kakak Djaduk, Butet Kartaredjasa juga berpesan agar Ngayogjazz tetap dilaksanakan sesuai rencana. “Acara ini sebagai monumen terakhirnya Djaduk Ferianto di dunia seni,” katanya.
Butet mengenal adiknya sebagai seserang yang sosok pekerja keras, disiplin dan menyiapkan semuanya secara sempurna. Maka dari itu, dia tidak heran jika setiap persiapan yang dilakukan, membutuhkan energi dan konsentrasi yang lebih.
Sebelumnya, seniman asal Yogyakarta, Djaduk Ferianto meninggal dunia, Rabu (13/11/2019) dini hari tadi, sekitar pukul 02.30 WIB. Kabar duka mengenai berpulangnya Djaduk diketahui dari unggahan sang kakak, Butet Kartaredjasa, yang menuliskan keterangan RIP Djaduk Ferianto, dengan latar belakang hitam bertuliskan “Sumangga Gusti”.
Jenazah Djaduk Ferianto disemayamkan di Padepokan Seni Bagong Kussudiharjo. Sementara, proses pemakaman dilakukan sekitar pukul 15.00 WIB di makam keluarga Sembungan, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.