Muhammadiyah Keluarkan 10 Pernyataan Sikap terkait Hasil Pemilu 2019

Kuntadi
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir menyampaikan pernyataan sikap terkait hasil Pemilu 2019 di Kantor PP Muhammadiyah Yogyakarta, Kamis (18/4/2019). (Foto: iNews.id/Kuntadi)
  • Mendesak KPU, Bawaslu dan seluruh jajarannya agar bekerja lebih profesional jujur, transparan dan independen, sehingga proses perhitungan dan hasil pemilu dapat diterima secara objektif oleh semua pihak.
  • Mendesak kepada semua pihak untuk memberi kesempatan kepada penyelenggara pemilu untuk bekerja profesional, jujur, adil, transparan, independen dan tidak ada tekanan dalam bentuk apa pun kepada KPU dan Bawaslu.
  • Kepada para kontestan pemilu presiden dan wakil presiden dan tim sukses dan para pendukungnya hendaknya tidak membuat pernyataan spekulatif dan konfrontatif yang dapat menjadikan suasana pascapemilu dan kehidupan berbangsa menjadi tidak kondusif. Hasil perhitungan internal dan eksternal hendaknya tidak dijadikan rujukan kemenangan. Karena patokan resmi mengenai hasil pemilu sepenuhnya berada dalam kewenangan KPU. Apabila terdapat masalah dalam proses perhitungan hendaknya diselesakan melalui perundang-undangan yang dijamin dengan konstitusi.
  • Pemerintah dan aparat keamanan hendaknya dapat menjaga situasi pasca-Pemilu 2019 dengan sebaik-baiknya serta mengayomi seluruh warga dan komponen bangsa dengan berdiri tegak atas kepentingan umum sebagai fungai pemerintahan yang diberikan konstitusi.
  • Kepada seluruh masyarakat hendaknya kembali melakukan aktivitas masing-masing dengan tetap menjaga kerukunan, persatuan dan saling bekerjasama untuk kemajuan bangsa. Hampir setahun terluhat rakyat Indonesia terlibat dalam proses pemilu 2019, karenanya diperlukan recovery atau pemulihan sekaligus kerja-kerja produktif untuk meraih kemajuan Indonesia yang semakin banyak tantangan. 
  • Mengajak seluruh elit bangsa untuk memberikan teladan yang baik dan menciptakan ketenangan dan kedamaian di tubuh bangsa Indonesia pasca pemilu. Kepada para pemimpin dan masyarakat Muslim dihimbau untuk melakukan islah, memelihara ketertiban bersama dan meningkatkan ukhuwah. Sebagai kekuatan mayoritas, persatuan umat Islam adalah faktor penting yang menentukan persatuan bangsa. Kepada semua elemen bangsa dari erbagai latar beklakang hendaknya mengutamakan peratuan nasional untuk bangsa dan bernegara yang tidak dipengaruhi oleh polarisasi dan pilihan politik yang berbeda. Dalam kaitan ini Muhammadiyah memandang perlunya melakukan rekonsiliasi nasional untuk tegaknya kedaulatan dan persatuan Indonesia.
  • Kepada warga Persyarikatan Muhamadiyah hendaknya menjadi teladan utama dalam menyikapi hasil-hasil pemilu, tetap menjaga khittah dan kepribadian serta berdiri di garda terdepan dalam membangun keutuhan dan kemajuan Indonesia. Hendaknya tetap menjalin kebersamaan dan merajut persaudaraan, serta kerja sama dengan semua elemen bangsa untuk terwujudnya Indonesia yang aman, rukun, damai, moderat dan berkemajuan.
  • Editor : Kastolani Marzuki
    Artikel Terkait
    57 tahun lalu

    Atap Kelas MTs Muhammadiyah di Sragen Ambrol, Belasan Siswa dan Guru Terluka

    57 tahun lalu

    Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK

    57 tahun lalu

    Puncak Arus Balik Lebaran di Stasiun Tugu, Ribuan Pemudik Tinggalkan Yogyakarta

    57 tahun lalu

    Lebaran Lebih Awal, Jemaah Muhammadiyah Bandung Salat Idulfitri di Lapangan Lodaya

    57 tahun lalu

    Warga Muhammadiyah Jombang Salat Idulfitri di JMC, Jemaah Meluber hingga Jalan Raya

    Berita Terkini
    Network
    Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
    Network Updates
    News updates from 99+ regions
    Personalize Your News
    Get your customized local news
    Login to enjoy more features and let the fun begin.
    Kanal