Motif Pembunuhan Eks Sekjen Pordasi di Bantul, Pelaku Sakit Hati soal Bisnis Travel Haji

Tim iNews
Kapolres Bantul AKBP Bayu Puji Hariyanto saat ekspose kasus pembunuhan mantan Sekjen Pordasi DKI Jakarta Herlan di Gumuk Pasir. (Foto: dok Polri)

Penganiayaan dilakukan secara bertahap sejak 16 Januari 2026. Tersangka RM memukul kepala korban dan menendang perut korban secara berulang. Tersangka FM juga ikut memukul lengan kiri korban.

Kekerasan kembali terjadi pada 18 dan 21 Januari 2026 dengan pemicu yang sama. Akibat penganiayaan berulang tersebut, kondisi korban semakin memburuk hingga tidak bisa berjalan dan sulit berbicara.

Melihat korban dalam kondisi tak berdaya, kedua tersangka kemudian membawa korban menuju kawasan Parangtritis. Dalam rencana awal, korban hendak diturunkan di kawasan Cepuri.

Namun karena lokasi tersebut ramai orang, rencana itu dibatalkan dan korban akhirnya dibuang di area Gumuk Pasir Bantul. Hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY mengungkap korban meninggal dunia akibat kekerasan berat.

"Berdasarkan hasil autopsi dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda DIY, tim medis menyimpulkan bahwa penyebab kematian korban adalah kekerasan tumpul pada bagian dada. Hal tersebut mengakibatkan patahnya beberapa tulang iga secara berurutan serta memar pada serambi kanan jantung yang membuat korban mengalami mati lemas," ujar AKBP Bayu.

Editor : Donald Karouw
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kronologi Pembunuhan Eks Sekjen Pordasi di Bantul, Disiksa lalu Dibuang saat Kritis

57 tahun lalu

Fakta Baru Pembunuhan Eks Sekjen Pordasi DKI Jakarta di Bantul, Korban Disiksa Berhari-hari

57 tahun lalu

Kasus Mayat di Gumuk Pasir Parangtritis Bantul Terungkap, 2 Pelaku Ditangkap

57 tahun lalu

Geger! Mayat Pria Ditemukan di Gumuk Pasir Parangtritis Bantul, Warga asal Jakarta

57 tahun lalu

Gara-Gara Kandang Ayam, Pria di Bangkalan Tewas Dibacok Adik Ipar dengan Celurit

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal