Purwono menuturkan, saat kejadian pertama, pemilik rumah dan anggota keluarganya berada di ladang, kecuali mertua korban atas nama Muginem. Beruntung saat kejadian, mertua korban tengah berada di luar rumah. "Saat itu mertua korban mendengar ada suara gemuruh," tutur dia.
Setelah dicek ternyata rumah utama roboh dan mengenai rumah kedua. Menurut keterangan warga, sebelum kejadian kedua rumah tersebut sudah miring karena angin kencang pekan lalu.
Berdasarkan hasil Koordinasi RT, RW, Dukuh, Lurah, Selasa (24/1/2023) pagi akan dilaksanakan kerja bakti bersama warga dengan jumlah 60 orang. Prioritas kerja bakti fokus membersihkan puing-puing rumah.
Untuk proses pendirian bangunan menunggu koordinasi berikutnya setelah dilakukan kerja bakti pembersihan. Saat ini penghuni rumah beserta empat anggota keluarganya sementara mengungsi ke rumah anak. "Nanti akan ada proposal pengajuan dari desa," ucap Purwono.