"Selanjutnya pembentukan BLU yang sudah masuk ke dalam tahapan pembahasan dan kita harapkan ini bisa selesai. Ini berkaitan dengan lahan yang ada di lahan otorita kita. Sedangkan tentang fungsi koordinatif dari Badan Otorita Borobudur tadi kita sudah bicara dalam konsep Joglo Semar," katanya.
Selain itu, dalam rapat juga dibahas konsep pembentukan BLU Zona 1 dan Zona 2 antara Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur dengan Kemendikbud. Lewat penyelesaian pembahasan tersebut, dirinya berharap desain serta kelengkapan administrasi dapat diselesaikan sehingga tahun depan bisa langsung dibangun.
Sandi menegaskan, pihaknya melakukan langkah-langkah itu secara all out karena Borobudur ini satu dari lima destinasi super prioritas. Borobudur diharapkan mampu untuk membuka peluang kerja seluas-luasnya dan melahirkan produk-produk ekonomi kreatifnya serta terus beradaptasi dengan keterampilan-keterampilan yang baru.
"Dengan begitu, mereka tidak hanya bisa berjualan produk secara online, membuat konten video, tetapi juga menceritakan dalam konsep storynomics," ujarnya.
"Ini yang saya harapkan agar ekonomi yang berkeadilan, ekonomi yang bisa berpihak kepada masyarakat Borobudur dan betul-betul bisa membantu teman-teman yang membutuhkan. Ini khususnya di tengah pandemi dan melambatnya ekonomi," katanya.