Mengenal Adat Gagrak Ngayogyakarta, Busana Khas Kota Yogyakarta

Annisa Puspa Kirana
Tugu Yogyakarta menjadi salah satu warisan budaya peninggalan masa lalu. (foto: istimewa)

2.Jarik 

Jarik juga dapat dikenakan oleh wanita, biasanya dengan gaya dan teknik yang berbeda. Wanita sering mengenakannya sebagai bagian dari kebaya (atasan) dalam acara adat seperti pernikahan atau upacara lainnya.

Motif jarik yang harus dihindari adalah pola parang, terutama parang barong dan parang soblok. Motif batik parang barong merupakan pola jarik untuk raja, sedangkan parang soblok digunakan untuk orang meninggal. Pola yang dapat digunakan masyarakat umum adalah kawung. Kawung memiliki filosofi yaitu mengajarkan manusia empat kiblat lima pancer, yaitu asal-usul manusia dan melambangkan kesederhanaan.

3.Rambut atau Gelung 

Bagi perempuan yang tidak menggunakan jilbab, rambut dapat digelung. Untuk perempuan yang sudah menikah dapat ditambahkan dengan hiasan bunga. Sedangkan untuk perempuan yang belum menikah, gelung rambut tidak diberikan bunga.

Itulah tadi penjelasan dan filosofi tentang adat Gagrak Ngayogyakarta. Semoga ulasan tadi bermanfaat dan bisa mengetahui makna dari setiap busana khas Kota Yogyakarta.  

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Keraton Yogya Berduka, Bagas Korban Tewas saat Glamping Ternyata Fotografer Tundha Yekti

57 tahun lalu

Sekeluarga Tewas di Temanggung, 1 Korban Mahasiswa UGM dan Fotografer Keraton Yogya

57 tahun lalu

Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK

57 tahun lalu

Puncak Arus Balik Lebaran di Stasiun Tugu, Ribuan Pemudik Tinggalkan Yogyakarta

57 tahun lalu

Polda Jabar Siapkan Mudik Gratis Lebaran ke Solo dan Yogyakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal