Melihat Sistem Apung ala UMY, Solusi Tanam Padi di Lahan Gambut

erfan erlin
Prototipe sistem tanam padi apung yang dikembangkan UMY di lahan gambut. (Foto : iNews.id /erfan Erlin)

BANTUL, iNews.id-Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) berhasil mengembangkan budidaya padi dengan sistem terapung di lahan gambut yang banyak dijumpai di Kalimantan. Mereka berhasil menyiasati melimpahnya pasokan air di lahan marjinal lahan gambut.

Di Green House UMY, mereka juga membuat prototipe sistem tanam padi mengapung ini. Dan Rabu (4/1/2022) hari ini, mereka melakukan panen perdana tanaman padi yang menjadi prototipe tersebut. Hasilnya memang menggembirakan di rakit mereka buat ukuran 1x2 meter mampu menghasilkan padi seberat 3,6 kg.

Sistem yang mereka kembangkan sebenarnya sederhana, karena mereka hanya membuat rakit yang ditanami padi. Rakit tersebut terbuat dari bambu di mana agar bisa mengapung dengan alas terbuat karet spon ati. Spon ati tersebut kemudian dilubangi untuk tempat gelas air mineral.

Di dalam gelas air mineral tersebut kemudian diisi media tanam sederhana. Media tanam tersebut terdiri dari 50 persen bulu ayam dan 50 persen sisanya adalah formula kompos yang digunakan sebagai nutrisi.

"Nah kalau komposnya ini campuran dari serbuk gergaji kayu, kotoran ternak, rumput yang mengambang di air dan diformulasikan dengan tetes tebu," kata tenaga ahli pertanian UMY, Ki Mulyono, Rabu.

Di setiap gelas plastik air mineral tersebut kemudian ditanam 1 batang bibit padi. Pihaknya sengaja menanam 1 batang bibit padi karena nanti akan berkembang dengan baik ketimbang bibit padi yang sudah berumur.

Rakit yang berisi belasan atau puluhan gelas plastik air mineral dengan tanaman padi di atasnya tersebut kemudian diletakan begitu saja di rawa ataupun di kolam. Tanpa harus memberikan pupuk tambahan lagi, padi tersebut akan tumbuh normal hingga panen.

"Kalau panen itu sesuai usia padi. Kalau Rojo Lele bisa 4 bulan, tapi kalau IR 64 tentu lebih pendek lagi usia panennya," katanya.

Menurutnya dengan sistem ini ternyata mampu menghemat pengeluaran petani karena tidak perlu membeli pupuk lagi. Di samping itu, dengan tanaman padi ternyatat tidak menyebabkan pendangkalan dan justru membuat air semakin bersih. Karena akar dari padi ini justru mengikat lumpur dan membuat air menjadi jernih.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Tragis! Petani Tewas Tertabrak Kereta Api di Indramayu saat Cari Padi Sisa Panen

57 tahun lalu

Kebakaran Lahan Gambut di Palangka Raya, Petugas Berjibaku Padamkan Api selama 2 Hari

57 tahun lalu

Kabut Asap Tebal Kebakaran Lahan Gambut Kepung Aceh Barat, Sekolah Terpaksa Diliburkan

57 tahun lalu

BMKG: Kalimantan Waspada Cuaca Ekstrem, Potensi Hujan Lebat hingga Angin Kencang

57 tahun lalu

Sumatera dan Kalimantan Masuk Musim Hujan, Bertahap Meluas ke Selatan hingga Timur Indonesia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal